Bulughul Marom merupakan salah satu karya fenomenal dari Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolâni rohimahullôh setelah Fathul Bâriy, kitab penjelasan Shohih Al-Bukhôri. Kitab ini beliau tulis berdasarkan hafalan beliau tanpa melihat kepada kitab aslinya. Sungguh mulia beliau menghafal sekian ribu hadits, lalu mengajarkannya. Begitupun hingga kini, berapa banyak ulama yang telah dan sedang mengajarkan kitab ini kepada kaum muslimin. Semua itu mudah-mudahan Allah Subhânahu wa Ta'âla membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda kepada Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolâni rohimahullôh dan para ulama, serta umat Islam yang telah dan sedang mengajar dan mempelajarinya.

Kitab ini merupakan kitab yang membawa berkah dan manfaat, walaupun ukurannya yang kecil, namun di dalamnya terkandung ilmu yang terdapat pada kitab-kitab yang berukuran besar. Para ulama zaman dahulu sampai sekarang menerimanya dan mengambil manfaat darinya. Bahkan tidak ada suatu majelisnya seorang ulama, melainkan kitab Bulughul Marom dijadikan sebagai pelajaran pokoknya. Para penuntut ilmupun menghafalkannya dan mengambil manfaat darinya.

Di antara keistimewaan kitab ini 
1. Penulis menjelaskan derajat hadits berupa shohih, hasan, dan dhoifnya, sehingga para penuntut ilmu tidak perlu mencari rujukan dari kitab lain.
2. Beliau menuliskan sebagian matan hadits saja yang berhubungan dengan bab yang di maksud, sehingga singkat dan padat manfaat.
3. Jika suatu hadits memiliki riwayat lain yang dapat menjadi tambahan yang bermanfaat, penulis membawakannya dengan ringkas dan jelas. Dengan demikian riwayat-riwayat hadits saling menyempurnakan terhadap suatu masalah.
4. Penulis menyeleksi hadits-hadits dari diwan dan kitab induk yang terkenal, seperti musnad Imam Ahmad, Shohih Al-Bukhori dan Shohih Muslim, Kitab Sunan yang empat, dan lain-lain.
5. Kebanyakan hadits bersumber Shohih Al-Bukhori dan Muslim atau Shohih salah satunya, kemudian diikuti dengan riwayat Sunan agar hadits-hadits yang benar-benar shohih menjadi landasan dan referensi terhadap suatu masalah dan selainnya menjadi penyempurna.
6. Penulis menyebutkan 'illah (cacat) yang ada pada hadits tertentu.
7. Jika hadits tersebut memiliki penguat (tâbi' atau syâhid), beliau mengisyaratkannya dengan isyarat yang lembut. Dari sini teraihlah faedah dari sisi menjama' (menggabungkan) hadits lebih baik dibandingkan mencelanya. 
8. Penulis mengurutkan bab-bab dan hadits-hadits sesuai dengan kitab-kitab fiqh, agar memudahkan pembacanya untuk muroja'ah.
9. Beliau menutup kitabnya dengan bab tentang adab yang merupakan kumpulan-kumpulan dari hadits-hadits pilihan yang beliau namakan bab Jami' fil Adab agar pembaca mengambil manfaat dari kitab ini, bukan hanya hukum tetapi juga akhlak.

Secara keseluruhan, kitab Bulughul Marom ini merupakan ruhnya kitab-kitab ahkam (tentang hukum). Layak bagi penuntut ilmu untuk menghafal dan memahaminya.

Sumber: Taudîhul Ahkâm min Bulûghil Marôm karya Asy-Syaikh Abdulloh bin Abdirrohman Al-Bassam rohimahumullôh.